
Situasi terakhir Kota Bangkok hari ini (23/5) , mulai pulih. Sebagian besar warga Bangkok mulai beraktivitas kembali seperti biasa.
Di luar tempat pusat kerusuhan, seperti fasilitas umum dan pasar tradisional sudah mulai dipadati warga. Warga juga sudah bersiap untuk memulai kegiatan sekolah, kantor, serta kantor pemerintahan mulai besok hari senin. Turis turis yang berada di Bangkok seperti yang dilansir oleh Liputan6.com mendapat kesempatan untuk melakukan napak tilas gerakan anti peerintah Thailand-Bangkok, kaus merah yang telah mencuri perhatian dunia.
Pemerintah Thailand juga terus melakukan pembenahan dan pembersihan besar-besaran pada akhir pekan ini yang berakhir di kamp utama Kaus Merah yang berada di perempatan Ratchaprasong. Ribuan warga Kaus Merah sudah dievakuasi ke provinsi asal di utara Thailand, seperti Chiang Mai dan Udon Thani.
Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva pada kesempatan sebelumnya menyatakan pihaknya akan melakukan upaya pemulihan trauma pascakonflik yang menjadi prioritas dan melakukan investigasi objektif atas kerusuhan yang merenggut 85 orang, yakni 74 warga sipil dan 11 aparat keamanan tersebut.
Hingga saat ini, kelompok Kaus Merah sudah tidak lagi melakukan serangan balik bersenjata yang diyakini pemerintah masih bersembunyi di Bangkok. Karena itu, Badan Penanganan Situasi Darurat atau CRES melansir, baru akan mencabut jam malam di Pattaya, provinsi tujuan wisata mengingat sektor industri ini mendapat pukulan hebat saat kerusuhan terjadi. Sebab jumlah turis yang datang merosot drastis hingga 70 persen.
Di Bangkok sendiri, rentang waktu jam malam dikurangi dari jam sebelas malam hingga lima pagi. Status siaga sipil ini dapat dicabut setiap saat berdasarkan evaluasi perkembangan terakhir.
Baca artikel: Master SEO Indonesia
NegeriAds.com solusi berpromosi


