
Jenazah paranormal Mama Laurent dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan, kemarin siang (18/5). Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman. Duka mendalam dirasakan Hendrik Pasaribu, suami Mama Laurent. Matanya tampak memerah. Air matanya terus menitik saat istrinya dimasukkan ke liang lahat.
Tampak juga dua cucu perempuan kelahiran Eindhoven, Belanda, 78 tahun lalu itu. Yakni, Nuh Prabawa Laurent dan Kresna Mantra Prabawa Laurent. Keduanya tidak kuasa menahan sedih saat mengantar sang nenek ke peristirahatan terakhir. "Pesannya (Mama Laurent), sabarlah dan pandai-pandailah kita," kata Hendrik para kepada wartawan sesaat setelah pemakaman.
Peramal kawakan itu meninggal Senin malam (17/5) sekitar pukul 21.37 di RS PGI Cikini, Jakarta. Dia tutup usia karena penyakit paru-paru.Sebelum diberangkatkan ke TPU, jenazah peramal yang punya nama lengkap Laurentia C. Van Hooff Pasaribu tersebut disaalatkan di Masjid Al Huda yang lokasinya tak jauh dari rumah duka. Selama ini Mama Laurent tinggal di Kompleks Cipinang Indah Jalan Kasuari GG 2 Jakarta Timur.
Ratusan kerabat, pelayat, dan simpatisan beramai-ramai bondong ikut mengantar ke pemakaman. "Saya sangat kehilangan mama. Dia adalah guru dan orang tua yang membimbing saya sampai bisa kayak begini," tutur Beby Djenar, anak angkat Mama Laurent. Wanita putih berambut sebahu itu kemarin datang dengan berpakaian serbahitam. Beby adalah pewaris ilmu Mama Laurent. Dia juga anak angkat yang belajar ilmu paranormal sejak sembilan tahun lalu.
Beby mengenang, pertemuan pertamanya dengan Mama Laurent terjadi sembilan tahun lalu saat dia berusia 15 tahun. Wanita yang membuka praktik di Jalan Tenggiri 48 Rawamangun, Jakarta Timur, tersebut ingat saat itu dia mengantarkan kakaknya untuk berkonsultasi ke rumah Mama Laurent. Tanpa diduganya, paranormal kawakan tersebut membisikkan sesuatu kepadanya. "Kamu tidak butuh paranormal karena kamu bisa," ucapnya menirukan bisikan Mama Laurent saat itu. Seminggu kemudian, Beby mendapat telepon dari Mama Laurent dan ditawari untuk berguru. Beby pun merasa cocok dan menerima tawaran tersebut.
Sejak saat itu mereka kian dekat. "Hubungan saya dengan mama seperti lingkaran. Tidak terputus," ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Awalnya Beby diajari menerawang dengan media kartu tarot. Makin lama ilmu yang diajarkan makin bertambah. Bahkan, setiap tahun Beby menjalani ujian. Terakhir, Mama Laurent memberi "soal" siapakah yang akan menjabat sebagai presiden 2009-2014. Penerawangan Beby ternyata benar. Mama Laurent hanya tersenyum saat Beby menjawab: Susilo Bambang Yodhoyono.
Soal firasat kematian Mama Laurent, sebenarnya Beby sudah merasakannya saat gurunya itu menyebut bahwa 2012 adalah tahun "gelap". "Saya curiga gelap itu karena mama tidak bisa melihat. Ternyata benar mama meninggal sebelum 2012," tuturnya. Yang jelas, Beby akan menjaga warisan ilmu dan kepercayaan Mama Laurent. "Saya tahu ini memang beban. Tapi saya yakin bisa," ucapnya. Sumber: www.jpnn.com
Baca artikel: Solusi Bisnis Online
NegeriAds.com solusi berpromosi


