Negeriads.com Solusi Berpromosi
Kegagalan Kapal Mavi Marmara menembus Jalur Gaza tak menyurutkan semangat kemanusiaan Freedom Flotilla. Kali ini giliran kapal barang MV Rachel Corrie diberangkatkan dari Malta menuju Jalur Gaza, Rabu (3/6). Tujuannya hanya satu: memberi bantuan bagi rakyat Palestina.
Kapal membawa 15 aktivis asal Irlandia dan Malaysia. Termasuk seorang pemenang hadiah nobel perdamaian dan seorang mantan diplomat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa asal Irlandia. Kapal juga mengangkut peralatan medis, seperti kursi roda, peralatan sekolah, dan bahan bangunan.
Kapal berbendera Irlandia itu diperkirakan tiba di Gaza, Senin atau Selasa pekan depan. Kapal bergerak secara konvoi bersama kapal asal Turki, Yunani, dan Swedia. Pemerintah Irlandia sudah meminta resmi agar Israel mengizinkan kapal masuk ke Gaza. Namun, Israel bersikeras melarang kapal apapun masuk Gaza.
Nama kapal Rachel Corrie diambil dari nama pejuang kemanusiaan asal Amerika Serikat, Rachel Corrie. Gadis muda itu terbunuh saat menghalangi pembongkaran permukiman warga Palestina di Nablus, Tepi Barat, Maret 2003. Tubuh Corrie digilas buldoser Caterpillar Israel.
Corrie lahir di Olympia, Washington DC, 10 April 1979. Keterlibatan Corrie dalam aktivitas kemanusiaan mengantarkan ia pada gerakan International Solidarity Movement. Gerakan itu jugalah yang membawa gadis berparas cantik ini menuju Palestina.
Selama di Palestina, penganut kristiani taat itu aktif melakukan advokasi terhadap warga Palestina. Ia juga mempelajari budaya dan keyakinan warga di sana. Kecintaan Corrie terhadap rakyat Paletina akhirnya mengantarkan ia pada kematian di tanah tertindas itu.
Di Amerika, kematian Corrie belum cukup menyadarkan warga dan Pemerintah yang terkesan bias dalam melihat konflik Palestina. Hal inipun sebenarnya sudah disadari Corrie. Tiga minggu sebelum terbunuh, Corrie menulis email yang diterbitkan di Koran Guardian, Inggris.
Corrie menulis, "Kusaksikan pembantaian yang tak kunjung putus dan pelan-pelan menghancurkan ini. Dan aku benar-benar takut. Kini kupertanyakan keyakinanku sendiri yang mendasar pada kebaikan dan kodrat manusia. Ini harus berhenti...
Kini nama Rachel Corrie seolah menjadi monumen harapan yang selalu membesarkan hati manusia. Bahwa solidaritas kemanusiaan tidak akan pernah hilang dari muka bumi. Nama Corrie pun digunakan untuk nama kapal kemanusiaan. Sumber: www.metrotvnews.com
Baca artikel: Ngobrol Seputar NegeriAds.com


