
PORT ELIZABETH – Bagi sebuah tim dengan segudang pemain berbakat seperti Brasil akan selalu dituntut untuk bermain indah seperti yang dilakukan para pendahulunya. Sebenarnya permainan pragmatis yang dierapkan Dunga tidak begitu buruk.
Anak asuh Dunga akan berhadapan dengan tim oranye, Belanda yang sedang dalam puncak permainannya pada hari jumat di babak perempat final Piala Dunia 2010.
Dunga yang membawa Brasil juara Piala Dunia 1994 tidak senang dengan kritikan atas pendekatan pragmatisnya yang telah meninggalkan cara bermain ‘Jogo Bonito’ (permainan indah).
Pendukung Selecao’s mendambakan bisa mengulangi era keemasan Brasil dengan talenta-talenta seperti Pele, Gerson, Zico dan Ronaldo yang menunjukkan sepak bola indah ala Brasil.
Brasil sekarang hanya tinggal menjalani tiga pertandingan untuk mencapai gelar dunia keenamnya. Dan Socrates berpikir tim asuhan Dunga itu bisa meraihnya.
Saat Socrates menjadi kapten tim Brasil di Piala Dunia 1982, timnya memainkan sepak bola yang menghibur, tapi mereka harus tunduk dari Italia pada babak perempat final di Piala Dunia 1982.
Dia menyebut tim Dunga itu, “menghina budaya kita (Brasil)”.
“(Tim Brasil) fokus pada daya tahan, itu yang asing bagi kami secara tradisional,” dalih Socrates.
Socrates menambahkan jika pun Brasil memenangkan Piala Dunia keenam, mengatakan dia akan “tidak terlalu senang melihat tim (Brasil) bermain seperti itu (pragmatis)”.
Komentar negatif telah banyak diterima Dunga sebelum Brasil memulai Piala Dunia, tapi Dunga dan timnya telah membuktikan bahwa komentar-komentar itu salah semua.
Tidak hanya berhasil melewati fase grup dengan mulus, sekarang Brasil telah berada di babak perempat final, dan bersiap betemu Belanda yang sudah tidak memakai gaya ‘total football’ lagi.
Pemain bertahan Maicon, yang telah membuat gol pertama Brasil di di Piala Dunia 2010 saat mereka mengalahkan Korea Utara dengan skor 3-1 mengatakan: “Saya ingin menjadi juara, baik atau tidak memainkan Jogo Bonito ala Brasil.
“Terserah anda mau bermain indah atau jelek, yang penting adalah Brasil ada di final pada tanggal 11 Juli.”
Striker Luis Fabiano juga mengatakan, jika Brasil harus “menang kotor maka kami akan seperti itu, yang penting kami memenangi Piala Dunia itu”.
Mantan gelandang Arsenal, Gilberto Silva menekankan bahwa Brasil berada di Afrika Selatan “tidak untuk bersenang-senang tapi kami ingin menjadi juara.”
Setelah semua kritik yang diterima Dunga, dia dan pemainnya harus mengangkat trofi di Soccer City pada 11 Juli untuk menepis semua kritikan itu. Source: BolaLiar.com
Baca Juga:
- Bicara Cinta, Album Baru Peterpan Menakjubkan!
- Ketua DPR Kecam Aksi FPI Bubarkan Acara PDI-P
- Dibawakan Bunga, Ariel Lambaikan Tangan ke Fans
- Polisi Geledah Rumah Cut Tari
- Inilah Surat Ariel untuk Sahabat Peterpan
- Biografi Kristen Stewart
- Shandy Aulia Punya Cowok Baru
- Polisi: Video Porno Dibuat Pada 2009
- Lirik lagu Shakira - Waka Waka This Time For Africa OST Piala Dunia 2010
- Belanda Umumkan 23 Pemain Piala Dunia
Berita Bola Piala Dunia 2010 Gila Bola
Gosip Artis Hot Terbaru
Berita Fenomenal
Mp3 & Lirik Lagu Terpopuler


